6 Fakta Tentang Kota Jogja yang Harus Anda Ketahui

Fakta Tentang Jogja yang Harus Anda Ketahui

Ada beragam alasan mengapa seseorang memilih Kota Yogyakarta sebagai destinasi wisata. Bagi sebagian besar orang Indonesia, nama Jogjakarta tentu sudah tidak asing lagi. Kota dengan destinasi wisata yang sangat lengkap ini bahkan tidak cukup hanya dikunjungi satu kali saja. Tidak sedikit orang berulang kali mengisi liburan atau bahkan mengurus urusan bisnis ke Kota Jogja. Tentu saja beragam faktor melatar belakangi hal ini seperti tempat wisata yang selalu berkembang, biaya hidup murah hingga mudahnya mendapatkan sarana transportasi baik umum ataupun yang lebih bersifat privat layaknya sewa bus Jogja.

Selain fakta tentang gudeg, sebenarnya Jogja memiliki beberapa fakta lain yang lebih menarik dan wajib untuk diketahui. Terutama untuk Anda yang ingin mengisi liburan ke Jogja. Beberapa fakta berikut ini tentu bisa menambah wawasan Anda tentang Joga.

6 Fakta Tentang Kota Jogja yang Harus Anda Ketahui
6 Fakta Tentang Kota Jogja yang Harus Anda Ketahui

 

Little Indonesia

Indonesia adalah negara yang sangat luas. Karena saking luasnya maka beragam budaya, bahasa hingga suku ada di negara kita. Yang menarik dari Jogja adalah, di sini Anda bisa menemukan orang dengan latar belakang berbeda-beda mulai dari perbedaan bahasa, perbedaan agama, perbedaan budaya hingga perbedaan adat istiadat sekalipun karena banyaknya universitas ternama di dalamnya.

Keberadaan universitas-universitas di Jogja membuat seluruh pelajar di Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke berbondong-bondong datang untuk menimba ilmu. Mereka bersama tinggal di Jogja dan berbaur menjadi satu sehingga tercipta lah little Indonesia. Nah, jika tertarik Anda juga bisa menjadi bagian darinya dengan cara menimba ilmu di Jogjakarta.

Bahkan menurut pengalaman kami yang sering melayani sewa bus pariwisata di Jogja untuk para wisatawan, mereka tetap datang ke Jogja walaupun sudah lulus untuk berbisnis ataupun sekedar jalan-jalan. Hal semacam ini membuktikan bahwa Jogja memang sulit dilupakan, terutama untuk yang pernah tinggal di kota ini karena menuntut ilmu.

 

Terdapat Garis Imajiner di Jogja

Masyarakat Kota Jogja sudah sangat mengenal garis imajiner yang melintang di kota ini. Garis khayal ini menghubungkan antara Keraton Yogyakarta, Tugu dan gunung purba yang sangat legendaris yakni Merapi. Tentu saja garis ini memiliki makna filosofis dan historis mendalam bagi rakyat Jogja. Salah satu makna garis imajiner adalah simbol dari hubungan raja dan rakyat jelata yang harmonis. Masyarakat Jogja percaya bahwa garis imajiner bisa dilihat dari singgasana raja.

Sebagian masyarakat Jogja menganggap garis imajiner memiliki makna spiritual sehingga dianggap penting. Karena sudah sangat mengakar kuat di hati masyarakat Jogja, pada zaman pemerintahan Belanda sampai membuat keputusan untuk memotong garis imajiner dengan cara membangun rel kereta api.

Rakyat Jogja pada umumnya hanya mengenal 3 titik garis imajiner yakni Tugu, Keraton dan Merapi akan tetapi sebenarnya adalah 5 sehingga 2 diantaranya terlupakan yaitu Pantai Parangkusumo dan Krapyak. Titik awal garis imajiner ini adalah Merapi sebagai gunung berapi (api) dan berakhir di Pantai Parangkusumo (air). Dua elemen tersebut merupakan simbol dari harmonisasi kehidupan yakni air dan api atau yin dan yang dalam wujud kearifan lokal.

Panggung Krapyak menempati urutan ke 4 dalam sistematika garis imajiner sebelum berakhir di Pantai Parangkusumo. Dari Keraton, Krapyak berada sekitar 2 kilometer ke arah selatan yang secara administrasi berada di Kabupaten Bantul. Bentuk dari panggung ini berupa segi empat layaknya benteng di zaman dulu. Bangunan dengan ukuran 17,6 X 15 meter dan tinggi tidak lebih dari 10 meter ini memiliki 2 lantai yang di dalamnya terdapat beberapa sekat ruang.

Menurut catatan, usia dari Panggung Krapyak sudah mencapai 2 abad sehingga bagian luar bangunan sudah tampak usang. Panggung ini dahulu dibangun sebagai tempat istirahat para raja Jogja karena Krapyak merupakan hutan belantara yang banyak terdapat banyak binatang liar.

 

Tugu Jogja Menyusut Hingga 10 Meter

Lokasi yang menjadi salah satu titik garis imajiner ini dulunya tidak berbentuk seperti sekarang. Bentuk asli tugu ini adalah gilig dan menyangga golong sehingga dulu memiliki sebutan golong gilig. Awalnya pembangunan pertama dibuat tahun 1755 oleh Sultan Hamengku Buwono I. Pembangunan golong gilig yang berisi pesan Sultan HB I ditujukan pada seluruh rakyat Jogja meliputi para keturunan raja, pelayan raja hingga rakyat biasa untuk memupuk semangat kebersamaan serta menegakkan martabat.

Di tahun 1867 tugu golong giling ini runtuh akibat gempa bumi dan pemerintah kolonial Belanda yang saat itu berkuasa memperbaikinya di bawah pengawasan Raden Adipati Danurejo V sehingga bentuknya berubah menjadi persegi dengan ujung meruncing dengan tujuan untuk menghancurkan persatuan antara rakyat Mataram dan Keraton.

 

Terdapat Pemerintahan dengan Sistem Kerajaan

Jika di daerah-daerah lain Anda bisa melihat seorang gubernur yang menjabat karena terpilih dalam pemilu maka Anda tidak akan bisa menemukan hal semacam ini di Jogja karena gubernur Jogja tidak seperti gubernur di provinsi lain. Sampai detik ini Yogyakarta merupakan satu-satunya wilayah di Indonesia yang masih menerapkan sistem kerajaan dalam pemerintahannya. Inilah alasan mengapa Jogja mendapat sebutan ’’Dareah Istimewa’’. Sultan Jogja secara turun temurun akan menjadi gubernur dan memimpin Jogja tanpa harus melalui proses pilkada.

 

Dinobatkan sebagai ’’Destination to Go’’

Di tahun 2014 lalu Jogjakarta dinobatkan sebagai salah satu kota yang wajib dikunjungi oleh majalah Times New York, Amerika Serikat. Tentu hal ini sangat mengejutkan. Penyejajaran Jogja dengan destinasi wisata populer lain dunia seperti Christchurch di Selandia Baru ataupun Cape Town di Afrika Selatan.

Jadi Anda tidak salah pilih jika memilih Jogja sebagai destinasi wisata untuk mengisi waktu liburan bersama teman, keluarga ataupun kekasih tercinta. Jika yang masih dipusingkan oleh Anda adalah bagaimana cara berkeliling Jogja tanpa terlewat satu lokasipun maka bisa sewa bus jogja atau sewa mobil murah Jogja sekaligus drivernya. Menyewa mobil dengan sopir tentu saja bisa membuat Anda menikmati seluruh pelosok Kota Yogyakarta tanpa harus takut tersesat.

 

Malioboro Dulunya Adalah Hutan Beringin

Siapa sangka, kawasan Malioboro yang kini menjadi salah satu icon kota Jogja dulunya merupakan hutan beringin. Pasar Beringharjo yang berlokasi di Jalan Malioboro tersebut mulai digunakan untuk bertransaksi oleh masyarakat Jogja tak lama setelah Keraton Yogyakarga berdiri di tahun 1758. Sesuai kondisi awalnya yang merupakan kawasan hutan beringin maka pasar ini dinamakan dengan Beringharjo dengan maksud bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Baik wisatawan lokal ataupun manca negara yang datang ke kawasan ini selain berbelanja juga bisa menikmati seniman jalanan yang tiap malam menghibur para wisatawan. Di sini Anda bisa menikmati musik angklung, tari hingga cosplayer yang siap diajak foto bersama.

Satu hal menarik lain dari kawasan ini adalah adanya tempat parkir susun 2 lantai. Memang tempat parkir semacam ini biasanya berada di kawasan perkotaan dekat dengan mall atau perkantoran. Akan tetapi walaupun Pasar Beringharjo adalah pasar tradisional namun sudah menyediakan tempat parkir modern sehingga Anda bisa parkir di sini ketika datang ke Jogja menggunakan armada dari tempat sewa mobil Jogja murah atau jasa sewa bus pariwisata di jogja.

5/5 (2)

Nilai Kualitas Konten

Leave a Reply

Chat Via WhatsApp